Gmxarena – vivo X Fold6 akhirnya tersedia secara global, dan unit uji kami sudah tiba di meja kerja. Ini momen yang cukup berarti, karena vivo selama ini dikenal lebih banyak bermain di pasar foldable tertentu, dan kini mereka membawa produknya ke panggung yang lebih luas.
Kotak penjualannya berisi casing, charger 80 watt, dan kabel USB-A ke USB-C. Casing yang disertakan cukup menyenangkan karena permukaannya bertekstur sehingga menambah cengkeraman saat digenggam. Casing untuk perangkat lipat biasanya hanya menempel pada bagian belakang ponsel, dan itu memang bentuk yang digunakan di sini. Kehadiran charger di dalam kotak juga kini terasa seperti bonus, karena cukup banyak produsen yang memilih tidak menyertakannya.
Pertanyaan berikutnya tentu saja tentang siapa pesaingnya. Pilihan paling jelas adalah Honor Magic V6, dan menariknya keduanya bertanding dengan cukup seimbang. Ukuran kedua perangkat sangat mirip, begitu pula kemampuan yang ditawarkan. Kami menilai kapabilitas keduanya setara, meski masing-masing punya tampilan dan cara kerja yang khas.
Keunggulan vivo terletak pada kapasitas baterai dan perangkat keras kamera. Lebih spesifik lagi pada kamera utamanya, yang memakai sensor 200MP berukuran 1/1,4 inci, dibandingkan sensor 50MP berukuran 1/1,56 inci di Honor Magic V6. Selisih ukuran sensor itu bukan angka di atas kertas semata, karena ukuran sensor biasanya berbanding lurus dengan kemampuan menangkap cahaya, terutama di kondisi minim cahaya.
Sementara itu, perangkat lipat Honor memakai layar matte di kedua sisinya, pilihan yang disukai sebagian orang dan diragukan sebagian lainnya. Ini murni soal selera pribadi. Layar matte memang mengurangi pantulan, tetapi sebagian pengguna merasa tampilannya kurang tajam dibanding layar mengilap.
Soal harga, angka resmi untuk vivo belum keluar. Namun kami memperkirakan harganya berada di kisaran 2.200 euro, atau sekitar Rp39,6 juta dengan kurs Rp18.000 per euro. Sebagai perbandingan, Honor Magic V6 terasa jauh lebih bersahabat dengan harga 1.650 euro, atau sekitar Rp29,7 juta pada saat artikel ini ditulis. Selisih sekitar 10 juta rupiah tentu bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.
Saat digenggam, vivo X Fold6 terasa kokoh dan berukuran normal. Ukurannya kurang lebih sama dengan Galaxy S26 Plus, dengan peningkatan ketebalan dan bobot yang jelas. Meski begitu, bobot 228 gram membuatnya tidak bisa disebut terlalu berat untuk ukuran perangkat lipat.
Untuk kamera, vivo X Fold6 membawa kredensial yang mengesankan untuk kelas foldable. Kamera utamanya sangat menjanjikan, setidaknya di atas kertas dan pada kesan awal. Zoom 70mm-nya juga berada di kelas atas untuk perangkat lipat. Kehadiran merek Zeiss, ditambah rekam jejak vivo di bidang fotografi, menjadi indikasi sistem pencitraan yang solid.
| Aspek | vivo X Fold6 | Honor Magic V6 |
|---|---|---|
| Sensor kamera utama | 200MP, 1/1,4 inci | 50MP, 1/1,56 inci |
| Zoom | 70mm | tidak disebutkan |
| Merek optik | Zeiss | tidak disebutkan |
| Bobot | 228 gram | tidak disebutkan |
| Layar | layar sampul ringkas dan layar lipat besar | matte di kedua sisi |
| Isi kotak | casing, charger 80W, kabel USB-A ke USB-C | tidak disebutkan |
| Perkiraan harga | sekitar 2.200 euro (Rp39,6 juta) | 1.650 euro (Rp29,7 juta) |
