GmxArena – Kalau Anda pernah merasa fitur terjemahan dan transkrip di ponsel Galaxy belum lengkap karena bahasanya belum didukung, kabar dari Samsung ini layak disimak. Perusahaan asal Korea Selatan itu menambah dukungan bahasa baru untuk sejumlah fitur Galaxy AI dan asisten suara Bixby, dan penyebarannya mulai berjalan bertahap.
Ada dua bahasa baru yang masuk ke kelompok fitur yang fokusnya menerjemahkan, merangkum, dan mentranskrip konten. Keempat fitur tersebut adalah Call Assist, Interpreter, Note Assist, dan Transcript Assist. Samsung memastikan keduanya kini mendukung Bahasa Melayu dan Bahasa Hungaria.
Efeknya paling terasa di Call Assist. Fitur Live Translate yang berjalan di dalamnya kini mendukung total 24 bahasa. Fitur ini bekerja dengan menerjemahkan pembicaraan di panggilan telepon secara langsung, jadi dua orang dengan bahasa berbeda bisa berbicara tanpa perlu perantara atau aplikasi tambahan.
Interpreter juga ikut bertambah kemampuannya. Fitur ini biasanya dipakai untuk percakapan tatap muka jarak dekat, misalnya ketika Anda berbicara dengan pelayan restoran, petugas hotel, atau staf bandara di negara yang bahasanya tidak Anda kuasai. Penambahan bahasa berarti lebih banyak wilayah yang bisa dilayani tanpa harus mengandalkan gestur tangan.
Sementara itu, Note Assist memakai kecerdasan buatan untuk merangkum catatan yang panjang, dan Transcript Assist mengubah rekaman suara menjadi teks yang bisa dibaca dan dicari. Keduanya kini lebih berguna untuk pengguna berbahasa Melayu, terutama untuk keperluan kuliah, rapat kerja, atau wawancara.
Yang menarik, fitur Now Nudge mendapat tambahan paling banyak, yaitu delapan bahasa sekaligus, sehingga totalnya kini mencapai 24 bahasa. Fitur ini bekerja dengan menawarkan saran kontekstual berdasarkan apa yang sedang Anda kerjakan, lalu menampilkan informasi pendukung di layar tanpa memaksa Anda berpindah antar aplikasi.
Bixby juga tidak ketinggalan. Asisten suara bawaan Samsung itu kini mendukung Bahasa Polandia, Bahasa Thai, dan Bahasa Vietnam. Dengan tambahan tersebut, total bahasa yang didukung Bixby menjadi 12 bahasa.
Ada satu perbedaan jadwal yang perlu diperhatikan. Dukungan bahasa baru untuk Bixby sudah tersedia mulai hari ini, sementara dukungan untuk fitur Galaxy AI akan menyebar selama beberapa minggu ke depan. Jadi kalau Anda belum melihatnya di perangkat sekarang, kemungkinan besar pembaruannya masih dalam antrean peluncuran bertahap.
Langkah Samsung ini terlihat sebagai upaya memperluas jangkauan Galaxy AI ke wilayah yang selama ini belum terlayani. Bahasa Melayu membuka pintu untuk pengguna di Malaysia, Singapura, dan Brunei, sedangkan Bahasa Hungaria memperkuat posisi Samsung di pasar Eropa Tengah yang selama ini cenderung jadi wilayah kuat merek lain.
Untuk pengguna di Indonesia, pengumuman ini tidak merinci daftar lengkap 24 bahasa yang didukung Live Translate. Karena itu, sebaiknya periksa dulu menu pengaturan bahasa di perangkat Anda sebelum mengandalkan fitur ini untuk percakapan penting. Antarmuka One UI sendiri tetap berjalan dalam Bahasa Indonesia seperti biasa.
Secara praktis, penambahan bahasa ini tidak memerlukan perangkat baru. Selama ponsel atau tablet Galaxy Anda masih menerima pembaruan perangkat lunak, fitur-fitur tersebut akan ikut diperbarui. Pastikan ruang penyimpanan cukup dan perangkat terhubung ke jaringan yang stabil sebelum mengunduh pembaruan.
Apakah tambahan ini penting? Untuk pengguna yang sering berkomunikasi lintas bahasa, jawabannya jelas ya. Kemampuan meringkas catatan dan menerjemahkan panggilan tanpa membuka aplikasi lain membuat ponsel terasa lebih pintar, dan itu justru nilai jual utama dari fitur Galaxy AI seperti sekarang ini.
