GmxArena – Meta bersiap menggelar acara terbesar mereka sepanjang tahun. Meta Connect 2026 akan berlangsung dengan keynote malam hari, sama seperti tahun lalu, dan Mark Zuckerberg dijadwalkan naik ke panggung pada 23 September pukul 16.00 waktu Pasifik, atau 24 September sekitar pukul 06.00 WIB. Sesinya akan dilanjutkan keesokan harinya lewat rangkaian talks dan sesi pengembang, dimulai dengan “developer state of the union” pukul 10.00 waktu Pasifik alias sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Dulu, Connect identik dengan virtual reality. Kini acara itu mencakup seluruh proyek hardware Meta, plus AI dan metaverse. Tahun ini agendanya berpotensi lebih padat dari biasanya: jajaran kacamata pintar mereka terus melebar, grup superintelligence Meta rajin melepas rilis AI baru, dan industri sedang ribut soal laju perkembangan AI. Artinya, banyak sekali hal yang harus dibahas Zuckerberg dalam satu malam.
Yang paling dinanti tentu jajaran kacamata pintarnya. Ada satu perubahan strategi yang cukup menarik: Meta dilaporkan sedang menggarap kacamata tanpa kamera. Perangkat ini disebut akan hadir dalam dua gaya dan justru dibekali mikrofon tambahan untuk mengobrol dengan asisten AI Meta. Hilangnya kamera memberi beberapa keuntungan. Rangkanya dilaporkan jadi lebih ramping dan penampilannya lebih mirip kacamata biasa, bukan gadget yang mencolok.
Keuntungan lain lebih bersifat psikologis. Versi tanpa kamera bisa membantu Meta meredam kekhawatiran privasi dan gelombang kritik terhadap jajaran kacamata mereka saat ini. Beberapa pekan terakhir, Meta berusaha mendahului narasi “kacamata mesum” dengan menindak orang-orang yang memodifikasi lampu LED indikator dan mengunggah video pelecehan terhadap orang lain. Dalam sesi tanya jawab di Instagram, CTO Meta Andrew Bosworth menyebut perusahaannya akan punya “lebih banyak hal untuk disampaikan” soal isu ini di Connect.
Ray-Ban juga baru-baru ini memberi sinyal bahwa kacamata berlabel Meta baru akan segera hadir. Sinyal itu bisa merujuk ke frame tanpa kamera tadi, atau mungkin lineup generasi ketiga, mengingat model Gen 2 pertama kali debut di Connect tahun lalu. Kemungkinan lain adalah generasi penerus Meta Ray-Ban Display. Ada laporan bahwa Meta mengerjakan versi dengan layar di kedua lensa, yang membuka peluang antarmuka cukup menarik. Hanya saja, sudah cukup lama tidak ada kabar soal perangkat yang kadang disebut “Hypernova 2” itu, jadi Meta mungkin masih menahannya untuk sekarang.
Selain kacamata, sorotan besar lain adalah headset mixed reality dengan nama kode Phoenix. Sudah lama Meta tidak merilis headset baru, dan belum pernah ada produk mereka yang seperti ini. Beberapa gambar perangkat ringan tersebut sempat muncul dalam pembaruan HorizonOS. Gambar-gambar itu memperlihatkan bodi tipis yang lebih mirip kacamata goggle ketimbang headset, lengkap dengan kabel yang terlihat jelas. Ini mendukung laporan sebelumnya bahwa Phoenix bakal bergantung pada koneksi berkabel ke puck terpisah.
Phoenix juga dirumorkan mengandalkan pelacakan tangan dan mata, bukan controller khusus. Meski spesifikasinya belum bocor, cukup masuk akal bila headset ini menjadi salah satu perangkat pertama yang memakai chip Snapdragon Reality Elite yang Qualcomm perkenalkan awal tahun ini. Chip tersebut memang dirancang khusus untuk headset mixed reality dengan bodi ramping.
Headset baru biasanya berarti pembaruan HorizonOS, dan menarik untuk melihat pengalaman seperti apa yang akan dipromosikan Meta bersamanya. Perusahaan ini belakangan menutup sejumlah studio VR, jadi jangan berharap ada pengumuman game besar. Namun konten hiburan tampaknya jadi arah yang didorong, termasuk laporan soal serial horor 3D yang diangkat dari film Talk to Me milik A24 dan dirancang untuk ditonton lewat headset Meta.
Kita mungkin juga akan mendengar lebih banyak soal avatar holografik yang pertama diperlihatkan dua tahun lalu lewat prototipe Orion. Saat itu Meta menyatakan teknologi tersebut pada akhirnya akan masuk ke virtual reality, dan karena Qualcomm menyoroti “avatar fotorealistis” sebagai salah satu keunggulan chip barunya, kemungkinan itu terasa makin nyata. media bahkan mengabarkan bahwa avatar CTO Meta bisa tampil dalam keynote Connect nanti. Avatar semacam ini juga berpotensi masuk ke visi metaverse Meta yang terus berubah. Ketika Horizon Worlds hampir ditutup awal tahun ini, Bosworth menyebut augmented reality tetap bagian dari “konstruksi metaverse yang luas”.
Tidak ketinggalan, AI dan para pengembang. Beberapa tahun terakhir Connect selalu penuh pengumuman AI, dan tahun ini seharusnya tidak berbeda. Ini akan menjadi Connect pertama sejak banjir rilis dari grup superintelligence Meta, dan hampir pasti perusahaan menyimpan beberapa pembaruan khusus untuk acara ini. Perhatian besar diperkirakan mengarah ke Muse, agen AI milik Meta. Perusahaan sempat menggoda bahwa dukungan kacamata untuk agen itu akan hadir “segera”, dan kemampuan agen bisa jadi nilai jual yang kuat untuk kacamata tanpa kamera.
Soal ekosistem pengembang, Meta juga tampaknya akan bicara lebih banyak. Di Connect tahun lalu, mereka mengumumkan sejumlah aplikasi pihak ketiga yang akan hadir di kacamata berkamera, tapi momentumnya belum terlihat besar. Awal tahun ini, Meta mulai mengizinkan pengembang membuat aplikasi khusus untuk Meta Ray-Ban Display. Menampilkan daftar aplikasi pihak ketiga yang baru bisa menjadi cara efektif membangun antusiasme, bahkan tanpa pembaruan hardware. Kalau semua bocoran ini benar, Connect 2026 berpotensi jadi salah satu edisi terpadat Meta, dengan kacamata AI, headset mixed reality ramping, dan agen AI sebagai tiga pilar utamanya.
