in ,

Mengenal Restricted Chat WhatsApp: Fitur Privasi Opsional untuk Obrolan Sensitif

GmxArena – WhatsApp kembali menyiapkan fitur privasi baru, dan kali ini sasarannya bukan sekadar menyembunyikan isi percakapan. Bulan lalu kami mengetahui bahwa WhatsApp tengah mengembangkan fitur bernama Restricted Chat sebagai peningkatan dari Advanced Chat Privacy. Kini fitur tersebut mulai diluncurkan kepada sebagian pengguna Android dan iOS yang terdaftar dalam program beta.

Menurut laporan WABetaInfo, Restricted Chat sudah tersedia bagi sebagian pengguna WhatsApp pada versi beta 2.26.36.4 untuk Android dan 26.39.10.20 untuk iOS. Artinya, fitur ini masih berada di tahap pengujian terbatas dan belum tersedia untuk publik secara luas.

Bagi yang belum mengetahui, Restricted Chat sama seperti Advanced Chat Privacy, bersifat opsional. Fitur ini tidak aktif secara default untuk semua percakapan, dan hanya berfungsi pada obrolan tempat pengguna menyalakannya secara manual. Cara mengaktifkannya adalah melalui layar info obrolan atau chat info.

Setelah Restricted Chat diaktifkan, WhatsApp akan menampilkan pesan di dalam obrolan tersebut dan menerapkan empat pembatasan yang membatasi apa yang bisa dilakukan orang lain di percakapan itu terhadap pesan-pesannya. Empat pembatasan itu adalah sebagai berikut.

Pertama, orang-orang dalam Restricted Chat tidak bisa menyimpan media secara otomatis ke perangkat mereka. Ini pembatasan yang cukup penting, karena foto dan video yang dikirim dalam obrolan biasanya bisa masuk langsung ke galeri penerima. Dengan fitur ini, perilaku otomatis itu dinonaktifkan.

Kedua, orang-orang dalam Restricted Chat tidak bisa mengekspor obrolan. Fitur ekspor chat selama ini memungkinkan pengguna menyimpan seluruh riwayat percakapan ke berkas di luar aplikasi, dan pembatasan ini menutup jalur tersebut. Bagi obrolan yang berisi informasi sensitif, kemampuan menahan ekspor bisa sangat berarti.

Ketiga, orang-orang dalam Restricted Chat tidak bisa memakai fitur Meta AI di dalam obrolan tersebut. Ini menarik karena menunjukkan WhatsApp membatasi kehadiran kecerdasan buatan di percakapan yang dianggap perlu perlindungan ekstra, meskipun fitur AI itu sendiri bagian dari ekosistem perusahaan induknya.

Keempat, orang-orang dalam Restricted Chat tidak bisa memakai perangkat tertaut atau linked devices untuk obrolan tersebut. WhatsApp menjelaskan bahwa pembatasan ini membantu mencegah orang di dalam obrolan memakai klien tidak resmi atau agen AI untuk mengaksesnya. Penjelasan itu menyoroti salah satu kekhawatiran yang muncul seiring maraknya alat pihak ketiga yang bisa membaca dan membalas pesan secara otomatis.

Yang perlu ditegaskan, WhatsApp memastikan bahwa apakah Restricted Chat diaktifkan atau tidak, semua pesan dan panggilan dalam obrolan tetap dilindungi enkripsi ujung ke ujung. Jadi fitur ini bukan pengganti enkripsi, melainkan lapisan tambahan yang membatasi tindakan tertentu di dalam obrolan yang sudah terenkripsi.

Sisi bullish-nya, fitur ini menjawab kebutuhan nyata pengguna yang berbagi percakapan berisi informasi sensitif. Selama ini, enkripsi ujung ke ujung memang melindungi isi pesan selama perjalanan, tetapi tidak mencegah penerima menyimpan, mengekspor, atau meneruskan isinya. Restricted Chat menutup sebagian celah itu, dan pembatasan terhadap klien tidak resmi serta agen AI menunjukkan WhatsApp menyadari risiko baru yang muncul dari alat otomasi.

Namun ada sejumlah hal yang perlu dicermati. Pertama, fitur ini bergantung pada kesepakatan di dalam aplikasi resmi, sehingga pihak yang benar-benar berniat jahat masih punya banyak cara lain untuk menyalin isi percakapan, misalnya memotret layar atau merekam dengan perangkat lain. Kedua, pembatasan perangkat tertaut bisa merepotkan pengguna yang sah dan terbiasa membuka WhatsApp di komputer untuk bekerja. Ketiga, masih belum jelas kapan fitur ini akan tersedia untuk semua pengguna, sehingga manfaatnya belum bisa dirasakan mayoritas orang dalam waktu dekat.

Bila Anda ingin mencobanya lebih dulu, langkah yang perlu dilakukan adalah mendaftar ke program beta WhatsApp. Perlu diingat, versi beta biasanya membawa fitur yang belum stabil, dan tidak semua peserta langsung menerima fitur baru di waktu yang sama karena peluncurannya dilakukan secara bertahap. Bagi sebagian besar pengguna, menunggu sampai fitur ini dirilis resmi ke versi stabil kemungkinan jadi pilihan yang lebih bijak.

Written by Nia Rahmawati