GmxArena – Kurang dari dua minggu setelah beta pertama One UI 9 untuk seri Galaxy S24, Samsung sudah menggulirkan beta kedua. Kalau kamu mengikuti ritme update Samsung selama ini, kecepatan itu terbilang tidak biasa. Biasanya jeda antar-beta lebih panjang. Tapi kali ini Samsung sepertinya memang ingin mengejar, karena versi beta kedua ini membawa sederet fitur unggulan dari perangkat yang jauh lebih baru, yaitu ponsel lipat Galaxy Z8 dan jajaran flagship Galaxy S26.
One UI 9 Beta 2 untuk seri Galaxy S24 ini pertama kali terdeteksi oleh Tarun Vats. Kalau kamu ikut serta dalam program beta, cari versi firmware yang berakhiran “ZZI4” saat proses pembaruan muncul di ponselmu.
Fitur pertama yang paling terasa adalah Now Brief dengan dukungan kartu kustom. Sebelumnya, kartu-kartu di Now Brief sudah ditentukan oleh sistem. Sekarang kamu bisa membuat kartu sendiri cukup dengan memberi tahu AI informasi apa yang ingin ditampilkan di kartu tersebut. Ini terasa sederhana, tapi dalam pemakaian sehari-hari, kebebasan seperti ini mengubah Now Brief dari sekadar panel informasi bawaan menjadi halaman ringkasan yang benar-benar sesuai kebutuhanmu.
Selain itu, Call Brief juga kini tersedia. Fitur ini melengkapi rangkaian kemampuan berbasis AI yang sebelumnya debut di perangkat yang lebih mahal. Bagi pemilik Galaxy S24, ini artinya mereka bisa merasakan pengalaman software yang biasanya datang lebih dulu di perangkat tahun terbaru.
My FanCam: Kamera yang Bisa Mengikuti Satu Orang
Fitur kedua yang tidak kalah menarik adalah My FanCam. Samsung cukup bangga dengan fitur ini, karena sebelumnya hanya diperkenalkan lewat ponsel lipat Galaxy Z8 dan kini menyambangi Galaxy S24.
Secara sederhana, My FanCam adalah sistem pelacakan gerakan yang bisa mengikuti satu orang di antara banyak orang dalam sebuah adegan, lalu melakukan crop khusus pada orang tersebut. Bayangkan kamu merekam konser, pertandingan sekolah anak, atau pertunjukan di panggung. Alih-alih harus berebut posisi atau memotong video sendiri di galeri, ponsel yang mengurusnya secara otomatis.
Menarik untuk dicatat, fitur ini diumumkan tepat saat Samsung sedang aktif menjelaskan bagaimana teknologi ini bekerja dan apa yang menginspirasi di belakangnya. Bagi pengguna yang gemar membuat konten pendek atau merekam liputan acara, My FanCam bisa jadi alasan kuat untuk mencoba jalur beta.
Di sini saya perlu sedikit mengingatkan. Beta bukanlah versi final, dan tidak dianjurkan dipasang di ponsel yang kamu pakai sehari-hari. Meskipun namanya sudah “Beta 2”, perbaikan bug selalu ada di setiap tahap, dan perangkat beta sering mengalami masalah seperti aplikasi yang tertutup mendadak, baterai yang lebih boros, atau fitur yang belum stabil.
Pengalaman saya mengikuti beta One UI di beberapa perangkat sebelumnya, hal yang paling sering mengganggu bukan fitur barunya, melainkan aplikasi perbankan atau pembayaran yang mendadak menolak berjalan karena mendeteksi sistem yang belum resmi. Kalau ponsel Galaxy S24-mu adalah perangkat utama, sebaiknya tunggu versi stabil.
Ada pola menarik di sini. Samsung semakin konsisten membawa fitur flagship tahun terbaru ke perangkat yang sudah berusia satu sampai dua tahun melalui jalur beta. Bagi pengguna, ini kabar bagus, karena artinya umur pakai perangkat jadi lebih panjang dan tidak terasa cepat usang. Tapi di sisi lain, pendekatan ini juga menuntut Samsung untuk memastikan bahwa fitur berbasis AI yang berat tidak membuat perangkat lama jadi lemot.
Sejauh ini, Galaxy S24 masih punya otak yang cukup untuk menangani beban itu. Pertanyaan sebenarnya adalah seberapa baik optimasinya ketika versi stabil dirilis nanti. Kalau sekarang kamu belum ikut beta, mungkin cara paling bijak adalah membaca pengalaman orang lain dulu, lalu memutuskan ketika versi stabil sudah mulai bergulir.
