in

Bukan Sekadar Ponsel: Pura 90 Jadi Simbol Kebangkitan Huawei

Pekan depan, Huawei secara resmi akan memperkenalkan seri Pura 90 ke pasar global. Meski belum tentu tersedia di gerai ritel biasa di berbagai negara, kehadiran perangkat flagship ini tetap dinantikan, terutama karena untuk pertama kalinya versi internasional dikabarkan akan membawa konektivitas 5G.

Ini menjadi lompatan signifikan mengingat pada peluncuran seri Pura 80 di pasar global sebelumnya, pengguna di luar China hanya bisa menikmati jaringan 4G.

Huawei telah menetapkan tanggal 14 Juli 2026 sebagai momen perdana peluncuran global, yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Pemilihan tanggal ini cukup menarik perhatian, karena bertepatan dengan Hari Bastille, hari nasional Prancis, yang juga identik dengan semangat revolusi. Boleh jadi, ini adalah simbol perlawanan halus Huawei terhadap sanksi berat yang dijatuhkan Amerika Serikat beberapa tahun lalu.

Meski spesifikasi teknis untuk varian internasional Pura 90 Pro Max belum diumumkan secara detail, diperkirakan perangkat ini akan memiliki kemiripan dengan versi China. Artinya, pengguna bisa menikmati layar LTPO OLED 6,9 inci dengan refresh rate 1–120 Hz, perlindungan Kunlun Glass, chipset Kirin 9030s, serta baterai 6.000 mAh yang mendukung pengisian cepat kabel 100W dan nirkabel 80W.

Huawei juga mencatatkan prestasi dengan meluncurkan ponsel lipat tiga pertama di dunia, Mate XT Ultimate Design, serta Pura X Max—perangkat lipat dengan bentuk lebih lebar daripada tinggi, yang menjadi bukti nyata bahwa Huawei tetap mampu bersaing dengan raksasa seperti Samsung dan Apple, meski dalam tekanan.

Dari sisi sistem operasi, Pura 90 Pro Max dan varian lainnya diperkirakan akan menjalankan HarmonyOS 6.1, yang sepenuhnya merupakan sistem operasi buatan sendiri dan tidak lagi berbasis Android. Sejak HarmonyOS 5, Huawei benar-benar meninggalkan Android Open Source Project (AOSP) dan beralih ke mikrokernel milik mereka sendiri.

Meski demikian, HarmonyOS 6.1 masih menyediakan lapisan kompatibilitas yang memungkinkan pengguna menjalankan banyak aplikasi Android dalam format APK. Namun, Huawei terus bergerak menuju kemandirian penuh. Rencananya, HarmonyOS 7 ke depan akan menghilangkan seluruh kode kompatibilitas Android. Artinya, jika perangkat dengan HarmonyOS 6.1 mendapat pembaruan ke versi 7, maka dukungan terhadap aplikasi Android bisa berakhir.

Yang tak kalah menarik, sektor kamera belakang Pura 90 Pro Max dikabarkan mengusung sistem tiga lensa dengan sensor utama 50 MP, lensa ultra-wide 40 MP, dan lensa telefoto 200 MP—sebuah spesifikasi yang siap memanjakan para penggemar fotografi mobile.

Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, peluncuran 14 Juli nanti bukan hanya sekadar ajang rilis produk, tetapi juga pernyataan tegas bahwa Huawei tetap eksis, berinovasi, dan bangkit di tengah keterbatasan. Dunia teknologi pun menanti: apa lagi yang akan kejutan akan dibawa oleh Huawei kali ini?

Written by Nia Rahmawati