GmxArena – iFixit sudah membongkar Apple Watch Series 12 dan Watch Ultra 4, dan hasilnya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya: kedua jam tangan pintar itu sangat sulit dibongkar serta diperbaiki. Temuan itu disertai catatan penting, karena iFixit menilai kedua perangkat berpotensi tidak memenuhi sebagian aturan Right to Repair atau hak untuk memperbaiki di beberapa negara bagian Amerika Serikat seperti California, New York, dan Oregon.
Apple Watch Series 12 memperoleh skor kemudahan perbaikan 4 dari 10, naik satu poin dibanding Series 11. Kenaikan itu berasal dari penggunaan perekat stretch-release untuk baterai, yang membuat baterai jauh lebih mudah ditarik keluar. Pabrikan juga memakai konektor layar baru yang lebih sederhana. Namun perbaikan itu tidak menyelesaikan masalah mendasarnya: jam tetap harus dibuka melalui sisi layar, bahkan ketika yang ingin diganti hanya baterai. Pendekatan desain seperti itu meningkatkan risiko layar pecah saat dibongkar.
Konsekuensi lain datang dari konektor anyar tersebut. Sisi buruknya, pengguna justru wajib melepas baterai bersama layar meskipun yang rusak hanya panelnya. Jadi langkah yang seharusnya lebih sederhana untuk penggantian layar berubah menjadi pekerjaan yang melibatkan dua komponen sekaligus, dan setiap pembongkaran menambah peluang kerusakan pada bagian yang sebenarnya masih sehat.
Untuk Apple Watch Ultra 4, skornya tidak bergerak sedikit pun dibanding generasi sebelumnya. Mengakses baterai memerlukan pemanasan dan pelepasan layar yang direkatkan, sementara empat sekrup di bagian belakang hanya memberi akses ke sensor, bukan ke komponen utama atau baterai. Proses pemanasan itu juga berpotensi mengganggu kemampuan kedap air jam, yang justru menjadi salah satu nilai jual utama varian Ultra untuk pemakaian di luar ruangan.
iFixit juga menyoroti sisi ketersediaan suku cadang. Menurut mereka, Apple tidak menyediakan alat, komponen pengganti, dan panduan perbaikan untuk jam tangannya seperti yang mereka lakukan untuk iPhone, iPad, dan Mac. Akibatnya, pusat layanan resmi Apple menjadi satu-satunya pilihan bagi pemilik yang ingin memperbaiki perangkatnya. Ketimpangan perlakuan antarproduk itu menjadi inti kritik iFixit, karena konsumen membayar harga premium untuk perangkat yang secara praktis tidak bisa diperbaiki sendiri maupun oleh bengkel independen.
Baterai disebut iFixit sebagai persoalan terbesar. Baterai cenderung diganti lebih cepat dibanding komponen lain mana pun, dan penggantiannya mengharuskan layar dilepas terlebih dahulu, sehingga panel selalu berada dalam risiko. Artinya, kerusakan yang paling sering dialami pengguna justru menuntut prosedur yang paling berbahaya bagi komponen lain.
Menurut saya, temuan iFixit ini menarik bukan karena skornya, melainkan karena arah perbaikannya. Series 12 memang naik satu poin, tetapi kenaikan itu datang dari lem baterai yang lebih mudah dilepas, bukan dari perubahan desain yang membuat perangkat lebih bisa diperbaiki. Selama akses ke dalam perangkat masih harus melalui layar, setiap perbaikan tetap berisiko merusak panel, dan itu berarti biaya perbaikan sebenarnya tidak turun banyak bagi konsumen.
Sisi positifnya, langkah kecil seperti perekat stretch-release dan konektor yang disederhanakan menunjukkan perbaikan bisa dilakukan tanpa mengorbankan kerapatan air atau desain. Bila pendekatan itu diperluas ke Ultra 4, skornya bisa ikut naik. Sisi yang perlu dicermati, ketiadaan alat dan suku cadang resmi membuat semua kemajuan teknis itu tidak banyak berarti bagi bengkel independen. Jam tangan yang tidak bisa diperbaiki di luar jaringan resmi pada praktiknya tetap menjadi produk sekali pakai ketika masa garansinya habis.
Yang layak ditunggu berikutnya adalah bagaimana tekanan regulasi di negara bagian seperti California, New York, dan Oregon berdampak pada Apple. Aturan hak untuk memperbaiki umumnya mewajibkan ketersediaan suku cadang dan dokumentasi untuk produk konsumen, dan jam tangan pintar dengan harga premium sulit berdalih berada di luar cakupan aturan itu. Bila regulator bergerak, ketersediaan suku cadang bisa berubah lebih cepat daripada desain perangkatnya.
Bagi pembaca di Indonesia, isu ini berdampak praktis. Harga baterai Apple Watch di bengkel lokal sering kali ditentukan oleh kelangkaan komponen asli, bukan oleh biaya jasanya. Selama layar harus dilepas untuk mengganti baterai dan komponen resminya sulit didapat, biaya perbaikan akan tetap mahal dan risiko kerusakan tambahan tetap ada. Sebelum membeli jam tangan pintar mahal, masuk akal untuk memeriksa ketersediaan suku cadang dan reputasi bengkel yang bisa menanganinya.
| Aspek | Apple Watch Series 12 | Apple Watch Ultra 4 |
|---|---|---|
| Skor iFixit | 4 dari 10 | Tidak berubah dari generasi sebelumnya |
| Akses baterai | Perekat stretch-release, lebih mudah dilepas | Perlu pemanasan dan melepas layar berperekat |
| Jalur bongkar | Harus lewat layar | Harus lewat layar |
| Konektor layar | Konektor baru lebih sederhana | Tanpa perubahan |
| Ganti panel saja | Baterai ikut harus dilepas | Prosedur tetap rumit |
| Empat sekrup belakang | Tidak disebutkan | Hanya mengakses sensor |
| Risiko | Layar pecah saat dibuka | Kerapatan air terganggu |
| Suku cadang resmi | Tidak disediakan seperti iPhone, iPad, Mac | Tidak disediakan seperti iPhone, iPad, Mac |
| Dampak regulasi | Berpotensi melanggar aturan di California, New York, Oregon | Berpotensi melanggar aturan di California, New York, Oregon |
