GmxArena – Jujur saja, ekspektasi saya terhadap tablet seharga di bawah 3 juta itu rendah. Sangat rendah. Tapi Infinix XPAD 30 Pro ini sedikit mengubah cara pandang saya. Bukan karena speknya gila-gilaan sama sekali tidak melainkan karena kombinasi hal-hal kecil yang biasanya tidak pernah ada di kelas harga segini.
Saat pertama kali membuka kotaknya, saya sudah dibuat mengernyit. Bukan kotaknya yang istimewa, masih kardus dua potong standar dengan baki plastik di dalamnya. Yang menarik adalah isinya: paket yang saya terima sudah termasuk keyboard folio bergaya, padahal ini tablet budget. Di dalam kotak juga ada charger 18W dan kabel USB-A ke USB-C yang pendek. Stylus X Pencil-nya datang terpisah, jadi jangan harap dapat di paket standar.

Begitu dipegang, kesan pertama saya justru positif. Bodinya didominasi aluminium, terasa solid dan tidak murahan. Ketebalannya cuma 6,6mm, jadi nyaman digenggam. Ini salah satu tablet budget yang bikin saya tidak ragu membawanya ke mana-mana.
Layarnya 11 inci dengan resolusi 2560 x 1600 piksel angka yang terdengar biasa saja, tapi praktiknya teks tampak cukup tajam. Refresh rate 90Hz juga membuat navigasi terasa lebih mulus dibanding layar 60Hz standar. Kecerahan maksimal yang saya ukur di kisaran 489 nits, lumayan untuk pemakaian di dalam ruangan. Tapi jangan harap nyaman dipakai di bawah terik matahari. Ada juga kelemahan khas LCD murah: kontras bergeser saat dilihat miring, dan scrolling teks hitam di latar terang kadang meninggalkan bekas (smearing). Tidak semua orang akan terganggu, tapi saya perhatikan.

Kabar baiknya, tablet ini punya sertifikasi Widevine L1, jadi aplikasi seperti Netflix bisa memutar konten full HD. Itu jarang ditemui di kelasnya.
Soal daya tahan, ini kejutan paling menyenangkan. Baterai 8.200 mAh terdengar standar, tapi hasil pengujian aktif pakai mencapai 11 jam 46 menit. Tes panggilan LTE bahkan tembus 51 jam 10 menit angka yang bikin saya angkat alis. Sayangnya, pengisian dayanya menyiksa: cuma 18W, dalam 30 menit hanya nambah 23 persen, dan penuh butuh lebih dari tiga jam. Untungnya ada bypass charging, jadi kalau kamu suka main game sambil dicharge, panas bisa ditekan.
Speaker stereo-nya jujur saja rata-rata. Tidak pecah, tapi soundstage-nya datar dan bass nyaris tidak ada. Suara vokal masih oke untuk panggilan video. Ada lapisan DTS dengan beberapa preset, tapi tidak mengubah banyak hal.
Kamera belakang dan depan sama-sama 8MP. Di siang hari yang terang, foto belakang masih cukup enak dilihat ,warna natural, dynamic range lumayan untuk sensor sekecil ini. Begitu masuk ruangan, hasilnya langsung lebih lunak. Zoom 2x? Lupakan saja. Di depan ada LED flash selfie yang mungkin berguna untuk video call di ruangan gelap, detail kecil yang jarang ada di tablet lain. Video mentok di 2K@30fps tanpa stabilisasi, jadi pastikan tablet ditaruh di meja atau pakai tripod.
Yang paling berkesan buat saya justru software-nya. XOS 16 punya split-screen dan floating window yang bekerja mulus, plus aplikasi Notes dan eBook yang benar-benar berguna. Ada fitur transkripsi, terjemahan, pengenalan dokumen, dan Snap for Answer persis alat yang bakal berguna buat pelajar yang menjadi target utama tablet ini. Stylus-nya juga responsif dengan palm rejection yang baik. Keyboard folio-nya kurang canggih tanpa trackpad, koneksi Bluetooth sendiri, bukan POGO tapi tetap berguna kalau dapat bundle.
Kalau boleh jujur, Infinix XPAD 30 Pro bukan tablet yang memukau di atas kertas. Chip Helio G200 Ultimate-nya entry-level, layarnya punya kekurangan, charging-nya lambat, speakernya pas-pasan. Tapi sebagai satu paket utuh dengan harga di bawah 200 dolar? Saya susah mencari alasan untuk tidak merekomendasikannya. Ada 4G LTE dengan slot SIM beneran, microSD khusus, GPS, bodi aluminium, layar tajam, baterai awet, dan software yang ternyata dipikirkan matang. Buat pelajar atau pengguna kasual yang butuh tablet serba bisa tanpa merogoh kocek dalam ini pilihan yang sulit dikalahkan.
| Spesifikasi | Infinix XPAD 30 Pro |
|---|---|
| Body | 254×165,6×6,6mm, 476g; aluminium, dukung stylus |
| Layar | 11 inci TFT LCD, 90Hz, 1600×2560, ~489 nits terukur |
| Chipset | MediaTek Helio G200 Ultimate (6nm) |
| Memori | 128GB/4-8GB RAM, 256GB/8GB; UFS 2.2, microSD |
| Kamera | 8MP belakang (AF) + 8MP depan (fixed focus, LED) |
| Baterai | 8.200 mAh; 18W, bypass charging |
| Hasil Uji | 11:46h Active Use; LTE call 51:10h; 23% dalam 30 menit |
| Konektivitas | 4G LTE + SIM, microSD, GPS, Wi-Fi 5, BT 5.3 |
| Software | XOS 16 (Android 16), Widevine L1 |
