in , ,

Di Balik Kemewahan iPhone Fold, Ada Risiko Susut Nilai yang Mengintai

Kabarnya, iPhone lipat buatan Apple saat ini sudah memasuki tahap produksi. Namun, waktu peluncurannya masih bergantung pada seberapa cepat Apple mampu menyelesaikan kendala teknis pada desain engsel yang dilaporkan menjadi ganjalan. Tapi, sebelum Anda tergiur merogoh kocek sebesar 2.000 dolar AS untuk perangkat ini, ada satu angka penting yang patut dicermati. Sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa jika mengikuti pola depresiasi ponsel lipat pendahulunya, iPhone Fold seharga 2.000 dolar AS itu berpotensi kehilangan nilai hingga 1.292 dolar AS hanya dalam satu tahun pertama.

Lembaga riset pasar barang bekas, SellCell, melakukan analisis terhadap kinerja harga jual kembali (resale) ponsel flagship dari berbagai merek ternama seperti Apple, Samsung, Google, Motorola, dan OnePlus selama 12 bulan. Studi ini membandingkan secara langsung antara ponsel lipat dan ponsel konvensional. Hasilnya, nasib ponsel lipat terbilang cukup memprihatinkan.

Rata-rata, pemilik ponsel lipat harus menelan kerugian hingga 997,69 dolar AS setelah satu tahun pemakaian. Angka ini hampir 400 dolar AS lebih besar dibandingkan kerugian yang dialami pemilik ponsel balok tradisional, yang hanya sekitar 605,32 dolar AS. Secara persentase, dalam kurun waktu 12 bulan, ponsel lipat kehilangan 64,6% nilainya, sementara ponsel standar ‘hanya’ kehilangan 55,3%. Artinya, setelah setahun, ponsel lipat hanya menyisakan 35,4% dari harga awalnya, jauh di bawah ponsel flagship biasa yang masih mempertahankan 44,7% nilainya.

Dari enam perangkat dengan penyusutan nilai terbesar dalam studi tersebut, lima di antaranya adalah ponsel lipat. Posisi terburuk diduduki oleh Samsung Galaxy Z Fold6 1TB, yang nilai jualnya merosot hingga 1.479,99 dolar AS hanya dalam setahun.

Namun, Ada Sisi Positif untuk iPhone Fold

Meski begitu, cerita ini tidak sepenuhnya kelam. Apple memiliki rekam jejak yang sangat baik dalam hal mempertahankan nilai jual kembali perangkatnya, sebagaimana terbukti dalam berbagai studi serupa. Lini iPhone 16, misalnya, masih mampu mempertahankan 51,5% nilainya setelah 12 bulan—catatan terbaik di antara semua merek besar, mengungguli OnePlus (46,8%), Google (40,8%), Samsung (39,5%), dan Motorola (24,5%). Bahkan, sembilan dari sepuluh perangkat dengan retensi nilai terbaik dalam penelitian tersebut adalah iPhone.

Fakta ini krusial karena perhitungan kerugian 1.292 dolar AS tadi mengasumsikan bahwa iPhone Fold akan menyusut dengan kecepatan yang sama seperti ponsel lipat Android. Jika Apple mampu menerapkan tingkat retensi nilai seperti pada iPhone 16 ke perangkat lipatnya, maka kerugian di tahun pertama bisa ditekan hingga sekitar 970 dolar AS. Memang, angka itu masih tergolong besar, namun setidaknya lebih rendah 300 dolar AS dibandingkan kerugian yang diderita oleh ponsel lipat Android. Tentu saja, ini adalah skenario terbaik yang bisa terjadi.

Jadi, Apakah iPhone Fold Layak Dibeli Saat Peluncuran?

Ada argumen kuat di kedua sisi. Di satu sisi, data ini memberikan alasan yang sangat masuk akal untuk bersabar. Ponsel lipat generasi pertama secara historis selalu menjadi yang paling buruk dalam hal nilai jual kembali. Bukan hanya karena faktor bentuknya, tetapi karena produk versi perdana dari teknologi baru cenderung anjlok harganya lebih drastis begitu generasi keduanya hadir. Saat itu, segala kekurangan generasi awal telah diperbaiki, dan kehadiran perangkat baru menandakan bahwa generasi pertama sukses. Itulah sebabnya frasa ‘baru dan lebih baik’ begitu sering digunakan dalam dunia pemasaran.

Membeli iPhone Fold di hari pertama peluncuran berarti Anda harus siap menanggung beban depresiasi penuh untuk sebuah produk yang masih belum teruji dari Apple.

Namun di sisi lain, Apple terkenal tidak pernah memberi diskon berarti untuk perangkat kerasnya. Jadi, jika Anda berencana menunggu harga iPhone Fold turun agar selisih depresiasinya tidak terlalu terasa, hari itu mungkin tidak akan pernah tiba. Kecuali, tentu saja, produk ini gagal di pasaran seperti yang terjadi pada iPhone Air yang dulu—yang pada akhirnya mendapat potongan harga di China dan mengalami penurunan harga berulang kali di pengecer pihak ketiga di Amerika Serikat.

Bagaimanapun juga, semua data ini mengarah pada satu kesimpulan: iPhone Fold adalah perangkat yang sebaiknya Anda beli karena kecintaan pada teknologi dan desainnya, bukan karena ekspektasi akan mendapatkan kembali investasi Anda di kemudian hari.

Written by Yuri Nam