GmxArena – Tepat dua tahun setelah generasi pertamanya hadir, Samsung akhirnya merilis Galaxy Watch Ultra2. Jeda waktu yang cukup panjang itu nyatanya berbuah manis, karena perusahaan asal Korea Selatan tersebut mampu membawa peningkatan perangkat keras yang sangat serius.
Generasi baru ini tampil lebih tipis namun tetap tangguh, mengusung layar lebih terang dan sedikit lebih besar, chipset lebih bertenaga, baterai 35 persen lebih besar, serta segudang fitur kesehatan anyar. Salah satu yang paling menarik adalah fitur raise-to-speak yang langsung menghubungkan pengguna dengan asisten AI Gemini.
Sebagai jam tangan berlabel Ultra, Watch Ultra2 tentu tak lepas dari fasilitas untuk para petualang sejati. Perangkat ini berjalan di atas Wear OS dengan chipset Snapdragon Wear Elite terbaru, dukungan eSIM, mode Trail Run, hingga fungsi menyelam yang semakin lengkap. Kombinasi ini menjadikannya salah satu smartwatch paling langka dan lengkap saat ini.

Desain dan Material Premium
Secara visual, Watch Ultra2 tidak banyak berubah dari pendahulunya. Bahasa desain “squirkle” yang sempat ramai diperbincangkan tetap dipertahankan, dengan layar lingkaran sempurna yang bertengger di atas bodi persegi dengan sudut membulat.
Kabar baiknya, ketebalan bodi kini menyusut dari 12,1 mm menjadi hanya 10,7 mm. Meski terkesan kecil di atas kertas, jam ini terasa jauh lebih ringkas di pergelangan tangan. Capaian itu makin mengesankan mengingat kapasitas baterainya justru membengkak 35 persen.
Soal material, semuanya tetap premium. Layar dilindungi kaca sapphire, bagian belakang memadukan keramik dan sapphire, serta rangka titanium grade 4. Watch Ultra2 juga telah memenuhi standar IP69K, MIL-STD-810H, dan resmi tersertifikasi sebagai dive computer hingga kedalaman 40 meter sesuai standar EN13319.
Layar Lebih Terang dan Performa Lebih Kencang
Panel Super AMOLED berukuran 1,52 inci kini menyajikan puncak kecerahan hingga 5.000 nits, jauh di atas angka 3.000 nits yang umum dimiliki smartwatch lain. Layarnya pun tetap mudah dibaca meski digunakan di kedalaman 40 meter.
Di sektor dapur pacu, Samsung untuk pertama kalinya beralih ke chipset Qualcomm. Snapdragon Wear Elite menjanjikan lonjakan performa CPU 32 persen dan GPU 19 persen. Satu-satunya konfigurasi yang ditawarkan adalah RAM 2 GB dan penyimpanan internal 64 GB, dua kali lipat generasi sebelumnya.
Baterai yang Mengubah Permainan
Dengan baterai 800 mAh, naik dari 590 mAh, Galaxy Watch Ultra2 mencatatkan daya tahan yang mengesankan. Dalam pengujian tim GmxArena dengan pemakaian cukup berat, dua sesi gym dan dua bersepeda dengan GPS aktif, plus pemantauan tidur setiap malam, jam ini mampu bertahan hingga 96 jam.
Saat always-on display diaktifkan, ketahanannya turun menjadi sekitar 72 jam. Angka ini bahkan melampaui estimasi resmi Samsung yang hanya 60 hingga 80 jam. Sayangnya, proses pengisian daya masih lambat dan tidak kompatibel dengan charger pihak ketiga maupun fitur reverse charging.
Software dan Fitur Kesehatan
One UI Watch 9 berbasis Wear OS 7 tampil rapi dan kaya fitur. Samsung bahkan berkomitmen memberikan pembaruan sistem besar selama 5 tahun.
Fitur kesehatan dan kebugaran menjadi nilai jual utama. Ada skor kesehatan jantung menyeluruh, pemantauan komposisi tubuh, data tidur yang lebih detail, mode Trail Running dengan panduan hidrasi real-time, serta fitur diving lengkap yang dikembangkan bersama Mares.
Verdict
Galaxy Watch Ultra2 akhirnya menghadirkan smartwatch Wear OS dengan baterai yang bertahan nyaris seminggu. Performa, layar, dan fitur kesehatannya tergolong yang terbaik di kelasnya saat ini.
Namun, harganya memang tidak murah. Pengguna juga hanya bisa memakai tali strap proprietary, sementara fitur seperti ECG dan tekanan darah hanya bisa dinikmati pemilik ponsel Galaxy. Kendati begitu, bagi para trail runner, penyelam, atau pecinta olahraga yang menginginkan integrasi Android mendalam, Galaxy Watch Ultra2 nyaris tanpa tandingan.
Spesifikasi Samsung Galaxy Watch Ultra2
| Bodi | 47,4 x 47,1 x 10,7 mm, 62 g; kaca sapphire di depan, keramik/sapphire di belakang, rangka titanium grade 4; IP68/IP69K, tahan air 100 m/10 ATM, MIL-STD-810H, dive computer 40 m (EN13319) |
| Layar | 1,52 inci Super AMOLED, kecerahan puncak 5.000 nits, resolusi 498 x 498 piksel, aspek rasio 9:9, 327 ppi |
| Chipset | Snapdragon SW6100 Wear Elite (3 nm), penta-core (1 x 2,1 GHz + 4 x 1,95 GHz) |
| Memori | 64 GB penyimpanan internal, 2 GB RAM |
| OS / Software | Android Wear OS 7, One UI Watch 9 (5 tahun pembaruan) |
| Kamera | Tidak ada |
| Baterai | 800 mAh (Si/C anode), wireless charging 10 W |
| Konektivitas | LTE; eSIM; Wi-Fi 4; Bluetooth 6.0; NFC |
| Sensor | Raise to Talk dengan Gemini, akselerometer, giroskop, barometer, altimeter, kompas, suhu tubuh, suhu air, BioActive (detak jantung, HRV, SpO2, ECG, impedansi bioelektrik, risiko Sleep Apnea) |
